kasihruang.com-Bogor, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, berpesan agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor terus menjadi tempat pengabdian sekaligus ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri upacara kesiapsiagaan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-12 RSUD Kota Bogor.
“Bangga melayani dengan hati, artinya sudah menjadi komitmen dari kita semua bahwa RSUD Kota Bogor ini adalah ujung tombak dari upaya kita memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Dedie Rachim di Lapangan Gedung Radiologi RSUD Kota Bogor, Jumat (7/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dedie menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran RSUD Kota Bogor yang terus berupaya melakukan pembenahan manajemen pelayanan, menekan berbagai risiko, serta memberikan hasil terbaik bagi masyarakat. Apresiasi juga diberikan kepada jajaran direksi sebelumnya yang telah berkontribusi dalam membangun RSUD Kota Bogor.
Meski demikian, Dedie mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, masih terdapat sejumlah aspek manajemen RSUD Kota Bogor yang perlu terus ditingkatkan.
Sementara itu, kepada jajaran direksi baru di bawah kepemimpinan Sri Nowo Retno, Dedie memberikan apresiasi atas berbagai pembenahan dan peningkatan yang telah dilakukan selama tujuh bulan terakhir.
“Alhamdulillah perbaikan dari sisi manajemen juga sudah terlihat ya, perbaikan-perbaikannya,” ungkap Dedie Rachim.
Ia juga mengajak seluruh jajaran RSUD Kota Bogor, baik dari unsur manajemen maupun tenaga kesehatan, untuk bersama-sama mendukung berbagai upaya pembenahan dan peningkatan pelayanan. Langkah tersebut dinilai penting agar beban operasional rumah sakit ke depan dapat dikelola dengan lebih baik.
Usai mengikuti upacara, Dedie turut meninjau sejumlah fasilitas di RSUD Kota Bogor. Ia melihat bahwa sebagai rumah sakit tipe A, RSUD Kota Bogor telah memiliki fasilitas, tenaga dokter, serta komite medik yang memadai, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
“Dan yang pasti begini, rumah sakit ini kan sekarang bukan hanya melayani warga Kota Bogor saja, tapi dari warga luar Kota Bogor mungkin jumlahnya hampir 60 persen sekarang. Jadi mau tidak mau, ya kita harus meningkatkan profesionalisme. Jadi yang namanya pasien harus diterima dengan langkah yang lebih profesional,” kata Dedie.
Di bawah kepemimpinan manajemen dan direksi yang baru, RSUD Kota Bogor juga menghadirkan layanan call center selama 24 jam. Layanan tersebut disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dan terhubung dengan layanan kegawatdaruratan Kota Bogor.
Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui nomor telepon 0251-8312292 atau WhatsApp 081110077781.
Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa kehadiran call center 24 jam merupakan bentuk respons cepat rumah sakit terhadap kebutuhan masyarakat. Layanan tersebut dapat digunakan untuk memperoleh informasi, mengetahui jadwal dokter, mengecek ketersediaan kamar, hingga menyampaikan keluhan terkait pelayanan.
“Jadi setiap pertanyaan bisa langsung direspon. Jadi ada masukan yang ditujukan kepada rumah sakit bahwa sebelumnya itu mungkin slow response, jadi dengan call center ini bisa cepat direspon,” ujar Sri Nowo Retno.
Sejalan dengan pesan Wali Kota Bogor, RSUD Kota Bogor berkomitmen untuk terus mengedepankan semangat “melayani dengan hati” sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Peran RSUD juga tidak hanya terbatas pada pelayanan kesehatan di dalam rumah sakit. Bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, RSUD turut melakukan berbagai upaya promotif dan preventif, baik di lingkungan rumah sakit maupun di tengah masyarakat.
“Kita bekerja sama atau bersinergi koordinasi dengan Dinkes. Jadi kalau pelayanannya kan mayoritas pasien BPJS, tapi tentu yang tidak punya BPJS atau yang perlu masyarakat yang belum mempunyai jaminan, kita bantu, ya. Kita bantu pasien-pasien dalam hal kesulitan pembiayaan. Tapi dari sisi edukasi dan sosialisasi kesehatan juga terus kita gencarkan,” ungkap Sri Nowo Retno.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Kota Bogor dituntut untuk terus melakukan pengelolaan dan peningkatan manajemen secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan agar rumah sakit dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat.
Pengelolaan RSUD Kota Bogor tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan atau profit. Seluruh pengelolaan diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Karena pelayanan pengabdian masyarakat itu jadi utama kita,” tegas Sri Nowo Retno.
Source : Pemkot Bogor

