kasihruang.com-Bogor, Pasar Merdeka Siap Beroperasi, Tampung Hingga 450 Pedagang

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau progres pembangunan Pasar Merdeka yang mengusung konsep pasar bersih, Kamis (6/8/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pasar sebelum mulai dioperasikan.

Dedie Rachim mengatakan pembangunan Pasar Merdeka merupakan bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus penguatan eksistensi pasar rakyat di Kota Bogor. Program tersebut melanjutkan penataan yang sebelumnya dilakukan melalui pembangunan Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari.

Menurutnya, pasar rakyat di Kota Bogor kini berkembang dengan konsep yang lebih modern dan memiliki daya tarik baru. Tidak hanya menyediakan kebutuhan pasar basah, tetapi juga menghadirkan sentra kuliner seperti yang telah diterapkan di Pasar Jambu Dua.

Penataan Pasar Merdeka juga menjadi bagian dari revitalisasi kawasan Bogor Tengah dan Bogor Barat, meliputi Jalan Semeru, Simpang Mawar, Jalan M.A. Salmun, Jalan Merdeka, hingga Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Dalam waktu dekat para pedagang yang selama ini berada di penampungan sementara, termasuk pedagang kaki lima, sudah bisa masuk. Kapasitas tampungnya sekitar 450 pedagang,” ujar Dedie Rachim.

Pasar Merdeka nantinya akan menampung berbagai jenis pedagang, mulai dari pasar basah yang menjual buah, sayur, daging, ikan, dan kebutuhan pokok lainnya, hingga pedagang onderdil serta pedagang barang loak yang ditata dalam zonasi tematik.

Setelah seluruh pedagang menempati pasar baru, Pemerintah Kota Bogor akan melanjutkan revitalisasi kawasan Jalan Merdeka yang selama ini menjadi lokasi pedagang loak. Penataan juga akan dilakukan melalui pembangunan jalur pedestrian di Jalan Manunggal dan Jalan M.A. Salmun.

Selain penataan kawasan, Pemkot Bogor juga tengah mengkaji perubahan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Merdeka untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kepadatan kendaraan.

“Saat ini kami sedang mengkaji perubahan arus lalu lintas. Nantinya dari RSUD menuju Jembatan Merah tidak perlu lagi berbelok ke Mawar, tetapi bisa langsung lurus. Harapannya kawasan Jalan Semeru yang selama ini kurang berkembang dapat kembali hidup, tertata lebih baik, sekaligus mempersingkat waktu tempuh menuju Jembatan Merah dan Stasiun Bogor,” jelasnya.

Hingga saat ini, progres pembangunan Pasar Merdeka telah mencapai sekitar 90 persen.

Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat, Martin Rustandi, menjelaskan bahwa Pasar Merdeka terdiri atas lantai dasar, lantai satu, lantai dua, hingga area rooftop yang dirancang untuk mendukung aktivitas perdagangan sekaligus menjadi ruang publik.

Ia memastikan pada awal September mendatang para pedagang sudah dapat mulai menempati bangunan baru.

“Setelah pedagang masuk, kami akan melanjutkan pekerjaan pada area luar bangunan. Saat ini seluruh lahan masih digunakan sebagai tempat penampungan sementara pedagang,” katanya.

Martin menambahkan, konsep pasar bersih yang diterapkan menghadirkan penataan pedagang secara tematik agar lebih tertib dan nyaman. Selain area pasar basah yang menyediakan buah, sayur, daging, ikan, dan sembako, tersedia pula zona khusus pedagang pisang, pedagang onderdil, hingga kawasan barang loak.

“Lantai dua kami khususkan untuk area kuliner, sedangkan di rooftop akan tersedia kafe serta ruang pertemuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Keberadaan Pasar Merdeka diharapkan semakin memperkuat penataan kawasan Kota Bogor, menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertib dan nyaman, meningkatkan jumlah pengunjung, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha para pedagang.

Source : Pemkot Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *