Dedie Rachim Kampanyekan Aktivitas Fisik dan Olahraga demi Cegah Penyakit Kronis

Kasihruang.com-Bogor, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak aktivitas fisik, bergerak, serta berolahraga.

Berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kesehatan beberapa tahun lalu terhadap 5.000 responden di Kota Bogor, masih banyak masyarakat yang kurang mengonsumsi buah dan sayur, memiliki konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi, serta jarang berolahraga. Dari hasil tersebut, penyakit yang banyak diderita di antaranya hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke.

Data tersebut juga sejalan dengan hasil pemeriksaan cek kesehatan gratis di Kota Bogor yang dilaksanakan sejak 2025 hingga saat ini. Program tersebut telah menjangkau lebih dari setengah jumlah penduduk Kota Bogor. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui masih banyak masyarakat di Kota Bogor yang kurang bergerak.

Untuk itu, Dedie Rachim terus mendorong masyarakat melakukan aktivitas fisik dan berolahraga, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di fasilitas publik Kota Bogor. Hal itu seperti yang dilakukan masyarakat dalam kegiatan Gerak Sehat Prolanis dalam rangka Semarak HUT BPJS Kesehatan ke-58 di fasilitas publik Taman Lansia, Sabtu (18/7/2026).

Dedie Rachim mengatakan, saat ini angka harapan hidup masyarakat Kota Bogor mencapai 76,24 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa warga Kota Bogor memiliki usia harapan hidup yang cukup tinggi di Indonesia.

“Jadi memang ini fakta data kesehatan, serta upaya yang terus dilakukan bersama menuju langkah perbaikan agar masyarakat sehat. Ini juga memang harus muncul kesadaran dari bagaimana cara untuk mulai membiasakan diri bergerak,” ungkap Dedie Rachim.

Dedie Rachim berharap program Prolanis yang dilaksanakan BPJS Kesehatan dapat diikuti oleh berbagai pihak sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

“Ini program Prolanis kita dukung. Mudah-mudahan kalau bisa setiap minggu ada gerak jalan, ada jalan sehat, ada senam, dan sebagainya untuk menambah indeks kesehatan, indeks harapan hidup masyarakat Kota Bogor dari 76 sekian tahun menjadi 80 tahun, menjadi 85 tahun seperti di Jepang,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor, Jayadi, mengatakan bahwa pengabdian bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga merupakan panggilan. Pengabdian bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi tentang menghadirkan manfaat bagi sesama.

Melalui Prolanis, BPJS Kesehatan memiliki program pengelolaan penyakit kronis dengan upaya pencegahan.

“Penyakit kronisnya dua saja, DM dan Hipertensi, karena ini bisa komplikasinya ke cuci darah ya. Jadi, ini dikelola dengan baik dengan aktivitas fisik yang nanti sebentar kita lakukan dengan Gerak Sehat Prolanis. Jadi, selama ini kan senam ya, nah sekarang berubah dengan cara gerak jalan sehat 335, jalan lambat 3 menit jalan cepat tiga menit 5 putaran,” ungkapnya.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan dapat memperkuat kondisi fisik, meningkatkan kesehatan, serta mengurangi ketergantungan atau kebutuhan terhadap obat.

Source : Pemkot Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *